Kamis, 21 Maret 2013

Persepsi


PERSEPSI

Persepsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sebuah kata nomina (n) yang berarti

1. tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan (nomina)
2. proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indra nya; (nomina)

            Jadi, secara umum persepsi ialah hasil tanggapan yang diterima seseorang akan respon dari sekitarnya. Maka hasil persepsi setiap orang akan bisa berbeda, walaupun respon yang diberikan sama, tergantung dari proses penerimaan logika yang diartikan orang orang tersebut.
            Faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain harapan pengalaman masa lalu, dan keadaan psikologis yang mana menciptakan kumpulan perseptual. Selain hal tersebut masih ada beberapa hal yang mempengaruhi persepsi, yaitu:
1. Yang paling berpengaruh terhadap persepsi adalah perhatian, karena perhatian adalah proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran, pada saat stimulus lainya melemah. Dalam stimulus mempunyai sifat-sifat yang menonjol, antara lain intensitas dan pengulangan. Diri orang yang membentuk persepsi itu sendiri. Apabila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia dipengaruhi oleh karateristik individual yang turut berpengaruh seperti sikap kepentingan, minat, kebutuhan, pengalaman, harapan dan kepribadian.   
            2. Stimulus yang berupa obyek maupun peristiwa tertentu. Stimulus yang dimaksud mungkin berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya.
            3. Faktor situasi dimana pembentukan persepsi itu terjadi baik tempat, waktu, suasana dan lain-lain.
Persepsi dibagi menjadi 5 jenis, sesuai dengan panca indra yang kita miliki, yaitu penglihatan, penciuman, perabaan, pendengaran, dan pengecapan.
Akan tetapi, hasil persepsi yang paling dapat dibedakan secara nyata ialah dengan pendekatan visual, dimana hasil persepsi yang dikeluarkan bisa berbeda satu sama lain. contoh nya sebagai berikut
Jika anda penggemar film Batman pasti akan mengerti maksud dari gambar di bawah ini.
Dan sekarang, apa yang anda lihat?
Batman? atau Joker?
Jika anda menanyakan hal yang sama kepada teman-teman anda, maka akan ada orang yang menanggap gambar di samping adalah gambar Batman atau gambar Joker.
ini merupakan salah satu persepsi
yang bisa diketahui perbedaan nya




Gambar di bawah bisa diartikan dengan 2 hal, yaitu
1. Gambar pasangan kekasih yang berada di tepi pantai di bawah sebuah pohon tua
2. Gambar seorang bayi


Pembedaan dengan sensasi

           

            Persepsi sering sekali disamakan dengan sensasi, padahal kedua hal ini jelas berbeda.
Sensasi ialah respon yang keluar dari stimulus yang keluar secara spontan. Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru diterima otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang berhubungan dengan stimulus tersebut. Berbeda dengan persepsi yang merupakan respon yang keluar dari stimulus ditambah dengan pengalaman - pengalaman masa lalu yang telah dilalui si pelaku.
            Contoh nya ialah ketika seseorang yang sedang disuntik, sensasi yang dirasakan pastilah rasa menusuk akibat jarum suntik yang menembus kulit si pelaku. Berbeda dengan saya  yang pernah merasakan trauma dengan jarum suntik, yaitu jarum suntik tersebut oleh suatu akibat jarum tersebut meninggalkan luka robek di dalam daging akibat ketika disuntik sewaktu kecil, saya takut dan mengencangkan otot ketika disuntik, sehingga berdarah lumayan banyak. akibatnya, ketika melihat jarum suntik, maka yang pertama kali saya rasakan adalah masa lalu ketika terjadi nya insiden tersebut



Jumat, 08 Maret 2013

Tugas Pertemuan 3


1. Yang dilakukan oleh Transport Layer (Layer 4)
–Pada layer ini dapat dilakukan pemilihan protokol yang mendukung recovery atau tidak
–Melakukan multiplexing
–Mengurutkan data yang datang
–Protokol yang sering digunakan adalah TCP
–Contoh protokol:
•TCP
•UDP
•SPX

2. Perbedaan TCP dan UDP adalah
Pada TCP, pengiriman data dilakukan secara connection-oriented, pencegahan duplikasi data. Contoh aplikasi yang menggunakan TCP ialah Telnet, FTP, dan HTTP
 Sedangkan pada UDP ialah pengiriman data dilakukan secara connectionless, jalur tidak reliabel.

3. Keuntungan yang diperoleh dari konsep layer TCP/IP adalah
            TCP/IP merupakan seperalangkat protocol berstandar industri yang dirancang untuk WAN, yang memberikan keuntungan antara lain
1.         Keamanan
2.         Skalabilitas
3.         Keterandalan
4.         Interopera-bility yang tinggi
4. Keunggulan IPv6 dari IPv4
                  IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja.
•           IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.

Routing
•           IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.
•           IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

Mobilitas
•           IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.
•           IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.

Keamanan
•           IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.
•           IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.

Ukuran header
•           IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.
•           IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.

Header checksum
•           IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.
•           IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai

Fragmentasi
•           IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.
•           IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.

Configuration
•           IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual.
•           IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.

Kualitas Layanan
•           IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.
•           IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi





Sabtu, 23 Februari 2013


TUGAS PERTEMUAN 1 JARINGAN KOMUNIKASI DATA

1. Kelemahan Medium Transmisi  Point to Point :
a.      Seluruh jaringan akan mati bila kabel utama terputus/rusak.
b.      Sulit mencari dan memperbaiki kerusakan apabilaterjadi kerusakan pada jaringan.
c.      Tidak mungkin dimplementasikan pada jaringan dengan banyak komputer
Solusinya ialah dengan menjaga dan melakukan maintenance terjadwal guna menghindari kerusakan yang terjadi pada kabel/medium yang digunakan

2.
a.Circuit Switching
•Pada masing-masing hubungan, sebuah channel logika dipersiapkan khusus untuk koneksi tersebut.
•Pada masing-masing titik data yang datang dirutekan/diubah menjadi channel yang sesuai tanpa penundaan.
•Contoh yang paling umum adalah jaringan telepon

b.Packet Switching
•Tidak memerlukan koneksi khusus
•Data yang dikirim berupa urutan potongan kecil yang disebut paket
•Pada masing-masing titik, seluruh paket yang diterima, disimpan sementara kemudian dikirim ke node berikutnya
•Umumnya digunakan pada hubungan terminal ke komputer atau komputer ke komputer

c.Frame Relay
•Packet Switching dikembangkan pada saat fasilitas transmisi data digital jarak jauh sering menghasilkan kesalahan, dibandingkan saat ini
•Oleh karena itu, terdapat overhead berupa bit tambahan pada packet switch untuk mendeteksi kesalahan
•Dengan teknologi terkini hal tersebut tidak perlu dan tidak produktif
•Frame relay dikembangkan untuk memanfaatkan keuntungan dari kecepatan data tinggi dan kecepatan data rendah
•Packet switching dirancang untuk beroperasi pada kecepatan 64 kbps untuk pengguna akhir (end-user)
•Frame relay dirancang untuk beroperasi pada 2 Mbps

d. Asynchronous Transfer Mode (ATM)
•Terkadang disebut cell relay
•ATM dapat dilihat sebagai evolusi dari frame relay
•Frame relay menggunakan variable-length packet yang disebut frame, sedangkan ATM menggunakan fixed-length packet yang disebut cell


3.
 a. Wide Area Network (WAN), jaringan komunikasi yang cakupan geografisnya cukup jauh hingga antar pulau atau benua
b.Metropolitan Area Network (MAN), jaringan komunikasi yang  cakupan geografisnya antar kota dalam satu pulau
c.Local Area Network (LAN), jaringan komunikasi yang  cakupan geografisnya di dalam satu ruang/gedung

4. Model Komunikasi Data


Source. Perangkat ini bertugas untuk membangkitkan atau menentukan data yang akan ditransmisikan; misalnya telepon atau komputer personal.
Transmitter. Biasanya, data dibangkitkan oleh sistem source dan tidak langsung ditransmisikan secara langsung dalam bentuk sebagaimana data itu dibuat. Sebuah transmitter akan mentransformasikan dan mengkodekan informasi tersebut dalam bentuk sinyal elektormagnetik yang dapat dirambatkan pada sistem transmisi. Misalnya, sebuah modem mengambil bit stream dari sebuah komputer dan mentrasformasikannya dalam bentuk sinyal analog yang dapat dirambatkan pada jaringan telepon.
Sistem Transmisi. Ini dapat berupa media transmisi atau jalur komunikasi atau sebuah jaringan kompleks yang menghubungkan source dan destination.
Receiver. Receiver menerima sinyal dari sistem transmisi dan mengkonversinya ke dalam bentuk yang dikenali oleh perangkat destination. Misalnya, sebuah modem akan menerima sinyal analog yang datang dari jaringan atau jalur transmisi dan mengkonversinya ke dalam bentuk digital stream.
Destination. Merupakan tujuan akhir dari pengiriman data yang menerima data dari receiver.

Jumat, 22 Februari 2013

Welcome \ ^^ /

Selamat Datang ke blog pribadi saya ^_^


Sebagai postingan pertama dan juga tanda perkenalan, ada baiknya saya memperkenalkan profil pribadi saya, cekidot

Nama : Boi M Hutagaol (that's right, Boi)
Nickname : Boy (yeah, u heard that)
TTL : Medan, 18 September 1992
NIM : 111402087
Teknologi Informasi 2011
Universitas Sumatra Utara

seorang calon IT professional (probably) yang dilahirkan di dunia lewat perantara kedua orang tua saya.

Merupakan pribadi yang ramah dan bersahabat (teman saya yang bilang) ^^. Penggemar anime Dragon Ball, Naruto, Bleach, dan Beelzebub. dan sudah 7 tahun berkecimpung di dunia DoTA.
dan jika data yang diatas masih kurang, monggo mampir ke
Facebook : https://www.facebook.com/boy.espada
Twitter : https://twitter.com/Boy_Sunnin