Jumat, 19 April 2013

UFO Misteri Terbesar Di Dunia


TUGAS KARYA ILMIAH PSIKOLOGI UMUM


  Misteri Terbesar Di Dunia
UFO
 





Boi M Hutagaol

111402087

Teknologi Informasi 2011

Universitas Sumatra Utara

 





MISTERI TERBESAR DI DUNIA
UFO

            Unidentified Flying Object atau yang lebih dikenal dengan UFO, merupakan fenomena dunia yang hingga sampai saat ini masih diperdebatkan kalangan ilmiah. Pergolakan yang terjadi terkait dengan penampakan UFO tidak lepas dari keyakinan bahwa  adanya kehidupan lain di luar planet Bumi. 
            UFO berarti benda terbang yang tak dapat dicirikan ke dalam salah satu golongan. UFO ialah benda di udara yang karena bentuknya, sifat aerodinamika atau ciri-ciri yang tak biasa tidak dapat dimasukkan ke dalam jenis pesawat terbang apa pun, atau tak dapat digolongkan sebagai benda benda yang sudah dikenal sebelumnya - Peraturan United State Air Force 202-

 
Bab I
PENDAHULUAN



            Fenomena penampakan UFO merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri lagi telah menyita perhatian seluruh dunia. Baik dari kalangan sipil, rohaniawan, militer,  atlet, atau bahkan seorang presiden mengklaim telah melihat UFO secara langsung. Adapun penampakan yang terjadi ada yang diabadikan lewat foto, sketsa , dan rekaman video dari orang yang melihat nya secara langsung.
            Bukti bukti penampakan tersebut ada yang diberitakan secara luas oleh media, dan ada pula yang terkesan ditutupi oleh pihak berwajib. Pihak berwajib menutup kejadian karena menganggap hal tersebut merupakan hoax (tipuan). Akan tetapi, para kalangan ilmiah mulai mencari bukti otentik akan ada nya UFO. Pencarian dan investigasi pun dibuat, dimulai dengan adanya program luar angkasa hingga program mencari UFO lewat narasumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
            Karya ilmiah ini akan berfokus pada fenomena penampakan UFO dari sumber sumber yang kredibel serta upaya apa saja yang telah dilakukan untuk mencari kebenaran akan adanya UFO.

Bab II
ISI

            Fenomena penampakan UFO telah terjadi jauh pada era dimana kita masih belum mengenal peralatan terbang, contoh nya pada penampakan di St. Albans, Hertforshire pada tanggal 1 Januari 1254, dimana Padri tersebut melihat 'sebuah pring besar dan bundar berwarna perak' melintas di atas mereka


Penampakan bulatan hitam mencolok di atas Basle, Swiss 7 Agustus 1566

            Dua orang astronom Swiss dari Basle mengobservasi sebuah benda seperti gelendong yang dikelilingi cincin yang bersinar. Benda ini melintas di depan matahari pada tanggal 9 Agustus 1762. Pemunculan ini dihubungkan dengan sebuah bentuk yang terlihat di Meksiko pada tahun 1880, disaksikan oleh ratusan orang. Sebuah foto yang dibuat oleh profesor Bonilla melalui teleskop pada observatorium di Zacatecas pada tanggal 12 Agustus 1883, dipercaya sebagai foto pertama mengenai UFO

UFO yang berhasil dipotret pada observatorium Zacatecas

UFO terlihat hampir selama satu jam dan menarik perhatian beberapa penduduk China, Jum’at malam (9/7/2010) waktu setempat.
UFO tersebut dilaporkan oleh seorang staf Bandar Udara Xiaoshan di Huangzhou yang tidak tertangkap oleh radar. Akibat adanya penampakan tersebut, Bandara Xiaoshan di China terpaksa ditutup selama beberapa jam.
Beberapa warga sekitar wilayah distrik Xiaoshan telah berhasil mengabadikan peristiwa aneh tersebut.



Sebelumnya pada tahun 2009, penampakan benda asing yang diduga UFO tersebut juga sudah terlihat sekitar pukul 22:00 waktu setempat pada 23 Agustus, satu benda tak dikenal yang terbang (UFO) terlihat di udara di atas Jalan Beibei Binjiang di Chongqing, China.
UFO tersebut berbentuk “V” dan warnanya berubah mulai dari merah, biru, hijau, kuning sampai putih dengan jeda singkat. Ratusan orang menyaksikannya tapi tak seorang pun mendengar suara yang dikeluarkan oleh benda asing itu atau peralatan pendorongnya.

Fenomena UFO paling besar dalam sejarah dan paling ramai dibincangkan ada pada era Perang Dunia II, dimana pada saat tersebut pihak Sekutu (AS) melakukan serangan ke bagian Jerman. Para pilot menyaksikan sendiri akan adanya benda terbang berbentuk aneh mengikuti dan memantau pergerakan pesawat mereka. Para pilot terheran akan kemampuan bermanuver dari benda tersebut. Pilot dari Amerika menganggap benda terbang tersebut merupakan peralatan udara militer terbaru dari pihak Jerman namun hal tersebut akhirnya dibantah oleh pihak Jerman yang juga mendapatkan penampakan yang sama. Pihak Jerman menuding benda tersebut merupakan peratan militer dari pihak Amerika. Hal serupa juga dialami oleh pihak Jepang, pihak militer Jepang mengganggap benda tersebut merupakan pesawat mata - mata dari pihak Amerika atau Jerman.
            Hal tersebut menjadi pemberitaan global. Pihak Amerika menyebut benda tersebut Foo Fighter, yang menjadi terkenal. Foo Fighter diartikan sebagai benda terbang yang tidak diketahui yang memancarkan warna kuning, merah dan putih pada sekeliling permukaan nya. Benda tersebut membuntuti pesawat yang sedang patroli dan membentuk suatu formasi.






            Foo Fighter menjadi semakin terkenal ketika majalah Times edisi 15 Januari 1945 membahas tentang Foo Fighter pada bagian Science, yang mendapat respon luar biasa dari seluruh dunia. Dan hal ini menjadi titik balik akan terjadi nya berbagai penelitian yang dilakukan oleh pihak pemerintah akan pencarian UFO. Berbagai penelitian yang dilakukan antara lain adalah

            1. Project Blue book

            Pada tahun 1948 Angkatan Udara AS mulai mengumpulkan data tentang laporan-laporan UFO dalam proyek yang disebut Project Blue Book. Suatu rangkaian deteksi radar bersama penampakan visual di dekat Bandara Nasional di Washington, DC, pada bulan Juli 192, membuat pemerintah AS membentuk sebuah panel para ilmuwan diketuai oleh HP Robertson, seorang fisikawan dari Institut Teknologi California (Pasadena), dan mencakup insinyur, ahli meteorologi, ahli fisika, dan seorang ahli astronomi. Besarnya dorongan kekhawatiran masyarakat dan pemerintah terlihat dari kenyataan bahwa panel ini dibentuk oleh Central Intelligence Agency (CIA) dan mendapat penjelasan tentang kegiatan militer dan intelijen AS, dan bahwa laporan panel itu pada mulanya dikategorikan RAHASIA. Belakangan kategori ini dicabut, dan laporan itu menyatakan bahwa 90 persen penampakan UFO dapat dengan mudah diidentifikasikan dengan gejala astronomis dan meteorologis (misalnya: planet yang terang, meteor, aurora, awan ion) atau dengan pesawat terbang, burung, balon, lampu sorot, gas panas, dan gejala-gejala lain, yang kadang-kadang menjadi rumit karena kondisi meteorologis yang tidak biasa.

            Publisitas yang diberikan media terhadap penampakan-penampakan awal tidak diragukan lagi ikut merangsang munculnya penampakan-penampakan lebih banyak, tidak hanya di AS, tetapi juga di Eropa barat, di Uni Soviet, Australia, dan tempat lain. Sebuah panel kedua, dibentuk pada bulan Februari 1966, menghasilkan kesimpulan yang mirip pendahulunya. Ini meninggalkan sejumlah penampakan yang diakui sebagai tidak dapat dijelaskan, dan pada pertengahan tahun 1960-an, beberapa ilmuwan dan insinyur, antara lain patut dicatat nama James E McDonald, seorang ahli meteorologi dari Universitas Arizona (Tucson), dan J Allen Hynek, seorang ahli astronomi dari Universitas Northwestern (Evanston, Illinois), menyimpulkan bahwa suatu persentase kecil dari laporan UFO yang paling andal memberikan indikasi pasti tentang adanya tamu-tamu dari luar bumi [extraterrestrial].

Hipotesis yang sensasional ini, yang dimuat besar-besaran di koran dan majalah, langsung ditentang oleh ilmuwan lain. Kontroversi yang berlarut-larut membuat akhirnya Angkatan Udara AS mensponsori suatu penelitian UFO pada tahun 1968, yang dilaksanakan di Universitas Colorado di bawah pimpinan EU Condon,seorang ahli fisika kenamaan. Laporan Condon, "A Scientific Study of UFOs", dikaji oleh sebuah komisi khusus dari Akademi Sains-Sains Nasional dan diumumkan pada awal 1969. Sejumlah 37 ilmuwan menulis bab-bab atau bagian-bagian bab bagi laporan itu, yang meliput investigasi terhadap 59 penampakan UFO secara mendetail. "Kesimpulan dan Rekomendasi" yang ditulis oleh Condon sendiri dengan tegas menolak ETH -- extraterrestrial hypothesis -- dan menyatakan tidak diperlukan lagi investigasi lebih jauh.

Akibat dari ini, perbedaan opini tentang UFO makin melebar. Suatu bagian besar dari publik Amerika, beserta beberapa ilmuwan dan insinyur, terus mendukung ETH. Suatu kelompok menengah para ilmuwan berpendapat bahwa kemungkinan adanya tamu dari luar bumi, betapa pun kecil, membenarkan diteruskannya investigasi. Ada pula kelompok ilmuwan yang menyetujui diteruskannya investigasi atas dasar bahwa laporan UFO bermanfaat untuk penelitian sosiopsikologi. Pada th 1973, sekelompok ilmuwan Amerika membentuk Center for UFO Studies (CUFOS) di Northfield, Illinois, untuk melanjutkan penelitian.

Catatan resmi tentang penampakan dan peristiwa UFO


Sampai tahun 1969, Project Blue Book mencatat laporan sebanyak 12.618 penampakan atau peristiwa, yang masing-masing akhirnya diklasifikasikan sebagai "dikenal" sebagai suatu fenomena astronomis, atmosferik, atau artifisial yang diketahui, atau sebagai "tidak dikenal", termasuk kasus-kasus yang informasinya tidak cukup. Namun proyek itu dihentikan pada bulan Desember 1969 berdasarkan kesimpulan dari Condon Report. Catatan resmi lain yang termasuk lengkap mengenai penampakan UFO dikumpulkan di Kanada, yang pada tahun 1968 dipindahkan dari Departemen Pertahanan Nasional Kanada ke Dewan Riset Nasional Kanada. Catatan di Kanada itu mencakup sekitar 750 laporan pada akhir tahun 1960-an. Catatan-catatan lain yang kurang begitu lengkap dikumpulkan di Inggris, Swedia, Denmark, Australia, dan Yunani.

2. Search for Extraterestrial Intelligence (SETI)

Pada tgl 16 Nov 1974 ketika proyek SETI milik NASA belum dimulai dan proyek radio teleskop Arecibo baru dimulai, saat itu dilakukan percobaan untuk mengirimkan suatu pesan lewat radio teleskop Arecibo dengan frekuensi 2380 MHz tersebut berbentuk human template ke arah gugusan bintang Messier 13 yang terdiri dari 300.000 bintang dan berada di konstelasi Herkules.

Desain untuk pesan tersebut dibuat oleh Dr. Frank Drake dengan bantuan koleganya Dr. Carl Sagan, pesan ini dibuat dalam format bilangan biner 0 dan 1 sebanyak 1679 digit dan di konversi dalam format graphis dengan spasi kosong menunjukan 0 dan spasi blok menunjukan 1.
Dalam pesan ini termuat informasi mengenai bilangan 1 – 10 dalam kode biner, dibawahnya dibuat angka periodic dan unsur2 kimia pembentuk kehidupan, formula molekul DNA, lalu dikirimkan tinggi rata-rata dan bentuk tubuh manusia, populasi planet bumi,posisi planet bumi sebagai planet ketiga dari matahari, dan gambar teleskop Arecibo sebagai sumber sinyal dicantumkan dalam pesan tersebut.


BAB III
Hubungan Psikologis Fenomena UFO dengan Manusia



            Seiring dengan meningkatnya fenomena penampakan UFO serta bukti-bukti yang tidak bisa dijelaskan oleh pihak ilmuwan hingga pihak militer, dan juga dukungan dari ahli video dan ahli foto dunia yang telah memberikan kesaksian bahwa video tersebut asli tanpa rekayasa semakin membuat perdebatan tentang adanya kehidupan cerdas di luar Bumi  semakin hebat. Kalangan Agamis menolak tanggapan bahwa adanya kehidupan di luar Bumi. Sementara para ilmuwan dan ahli fisika yang meneliti tentang UFO menyatakan bahwa UFO  itu ada.
            Adapun hubungan psikologis yang terjadi di dunia ialah semakin banyak nya kaum pengikut teori konspirasi. Mereka tidak lagi percaya akan pemerintah yang menurut mereka telah menutupi fakta yang terjadi. Mereka beranggapan bahwa di alam semesta yang begitu luas ini tidak mungkin kita hanya 'sendirian'.  Billy Arroway berujar  "Alam semesta merupakan tempat yang sangat luas, lebih besar dari apa yang dapat dibayangkan manusia. Jadi bila kita hanya sendirian, maka akan terlihat boros tempat kan?"
            Hal lain yang terjadi ialah semakin banyaknya pihak yang berusaha mencari sensasi dengan menyebarkan foto hoax tentang UFO. Hal ini tentu akan menyebabkan semakin banyaknya pihak yang skeptis tentang ada tidak nya UFO.
            Fenomena UFO juga mau tidak mau menjadi tantangan besar di kalangan akademisi bagian luar angkasa. Stephen Hawking, ahli fisika dunia menjadi pioneer dalam usaha menciptakan teknologi yang dapat membuat manusia berkelana ke luar angkasa dan mencari planet hunian baru. Ia berpendapat dalam 1000 tahun kedepan, Bumi akan menjadi terlalu 'sumpek' untuk dihuni, satu satu nya cara ialah dengan berkelana mencari planet hunian baru, yang tentu saja teori ini didasari oleh misteri UFO

 
BAB IV
Kesimpulan



            Adapun kesimpulan yang didapat adalah fenomena penampakan UFO saat ini tidak segencar ketika tahun 1950 hingga 1970-an, dimana pihak militer Amerika dan Rusia terlibat langsung dalam pencarian dan penelitian yang dimaksudkan untuk mencari keberadaan alien di luar Bumi.
            Adapun kesimpulan dalam efek psikologis ialah umat manusia sudah tidak terlalu asing lagi dengan fenomena UFO, dan juga sudah mulai menerima fenomena tersebut walau masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mencari bukti yang ada. Rasa penasaran inilah yang akan menjadi tonggak terciptanya teknologi yang memungkinkan terjadinya perjalanan lintas galaksi yang diprediksi akan tercapai 200 sampai 300 tahun kedepan.

 
BAB V
Penutup

            Demikian lah tugas karya ilmiah ini saya buat, lebih dan kurang nya saya minta maaf.

Dan selalu bawa kamera anda, jika suatu saat UFO melintas di angkasa, anda dapat langsung mengabadikan nya :)


Daftar Pustaka


            Boar, Roger & Blundell, Nigel The World Greatest Mysteries UFO , 1999
Wikileaks.org
http://www.wikileaks.org/wiki/UFO_(military)
http://tech.dir.groups.yahoo.com/group/beta-ufo/message/1309

Tidak ada komentar:

Posting Komentar